PERASAAN DAN TEMPAT DUDUK

1222 Kata
Percakapan dan cerita kami lanjutkan setelahnya. Aku duduk di sebelahnya Pak Mar pada saat ini, dan aku senang karena baru saja pulang dari beribadah, tapi hatiku merasakan tidak. Tentunya hal itu sungguh jauh dari apa yang kuinginkan, namun sepertinya keinginan Paliv mungkin berbeda denganku, lagi-lagi aku di tinggal nikah seperti ini. Aku tidak memikirkannya lagi, karena pada saat ini pikiran dan hatiku pun telah kosong, tiba-tiba seperti ruangan yang ramai namun telah hambar saja. Suara hiruk pikuk mahasiswa dan mahasiswi di luaran itu pun cukup mengesalkan. Aku telah berpikir jauh kedepan, tentu aku bisa melalui semua ini. Pada saat ini aku seperti tertinggal, hilang semangat rasanya seketika saja, tidak ada rasanya simpati, kagum atau semacamnya lagi. Semuanya seperti telah biasa-biasa saja. "Tapi waktu dan kehidupan akan terus berjalan." Aku juga tidak ingin tahu lebih jauh, apalagi mengusiknya, maka dari itu Paliva sudah aku anggap telah berlalu dari pikiranku pada saat ini juga. "Oh iya Ker..., lalu bagaimana dengan kamu Ker,? Apa selanjutnya rencanamu kedepannya,?" Tanyanya Pak Mar padaku, karena ia menyarankan dan menganjurkan. "Tidak ada Pak kalau untuk saat ini, saya juga baru pulang beribadah, tapi seseorang yang saya sukai sudah menikah, mungkin nanti akan saya pikirkan dahulu Pak," Kataku kepadanya dan duduk. Aku memikirkan apa yang seharusnya kulakukan berikutnya, kemudian ada seorang Dosen yang menyuruhku untuk pindah tempat duduk ke meja-meja lainnya. Meja dan tempat duduk di ruangan ini selalu saja menjadi problematik, walaupun tidaklah begitu terlihat. Aku cukuplah panas pada saat ini. Aku menjadi sedikit emosi, tapi aku tak bisa marah. Aku tidak mempermasalahkan hal itu, kemudian ada Dosen lainnya yang mengatakan dengan tegas, dan sepertinya tidak bersahabat. Dosen itu baru saja datang dan lalu ia menyapa serta menyuruhku untuk pindah ke meja lainnya. "Halo... salam, selamat pagi semuanya, apa kabarnya,?" Sapaannya Dosen yang baru saja datang. Dia berjalan menuju ke arah mejaku dan sambil mengatakan. "Permisi ya.., itu meja saya ya Pak, bisa saya tempati" Tanya dan pintanya padaku. "Wah..., Anda siapa ya,?" Tanyaku yang heran namun aku mulai beranjak berdiri. Dosen itu tidak menjawab ketika aku tanyakan, lalu aku berdiri dan mencari meja-meja lainnya, tapi tatapan matanya Dosen itu menatapku dengan cukup sinis. Pak Mar melihat dan hanya diam saja. Kemudian aku duduk-duduk lagi di meja yang tak jauh dari tempatku tadinya, baru saja aku duduk, dan ternyata ada seorang Dosen tetap lainnya yang masuk dan menyapa juga. Dosen tetap yang baru saja datang tadi menyuruhku untuk pindah juga ke meja lainnya. Dia pun berkata jika itu adalah mejanya. Tentu aku berdiri lagi dengan segera dan langsung pindah ke meja lainnya. Aku adalah seorang Dosen penghargaan luar biasa baru di kampus Kimer Techno Zhilogic ini, dan aku belum punya meja khusus kerjaku di ruangan. Aku duduknya terkadang di meja yang kosong, atau mejanya mereka-mereka. "Statusku adalah Dosen penghargaan luar biasa baru." Dosen-dosen itu ada yang ramah dan juga sebaliknya. Walaupun begitu aku cukup senang dan menghargai, karena Pak Mar sedikit membelaku jika saja meja dan kursi itu berkonflik. Mengapa kursi dan tempat duduk itu selalu saja dipermasalahkan, tentu aku pun jugalah heran kepada mereka. Pak Mar berkata kepada Dua orang dosen tetap yang baru saja hadir tadinya. "Hey Pak... Mengapa meja itu selalu saja dipermasalahkan ya, biarkan saja Pak Keri duduk-duduk disana sebentar, kan, masih banyak meja-meja yang lainnya,!" Seruannya Pak Mar kepada Dua Dosen tetap yang baru saja datang tadinya. Aku melihat di meja-meja itu pun juga tidaklah tertulis namanya mereka. Nampaknya Dua orang Dosen tetap tadi sepertinya tidak begitu menyenangi suara dan seruan darinya Pak Mar, sehingga mereka pun menjadi cukup emosi. Mungkin karena sudah Dua kali aku pindah duduknya pada saat ini, sehingga hal itu membuat Pak Mar menjadi tidak enakkan kepadaku, lalu Dua orang Dosen tetap tadinya menjawab ujaran dan seruannya Pak Mar dengan keras. "Oh... memangnya kenapa ya Pak,? ini kan, mejanya saya,!" Katanya seorang Dosen tetap yang satunya dan seperti tidak perduli. Padahal Pak Mar itu adalah orang yang lebih tua dan senior daripada mereka. "Iya... kenapa ya Pak, ada yang tak suka apa,?" Tanyanya Pak Dosen tetap yang satunya lagi dan terdengar cukup keras. "Bukannya begitu dek, santai sajalah!, maksud saya, tak usah seperti mengusir begitu, dia kan Dosen kita juga, kan, masih banyak juga meja-meja yang lainnya," Pak Mar berkata dengan santai kepada mereka berdua. "İya... sudah-sudah Pak, ga apa-apa, meja lainnya juga masih banyak kok," Kataku kepadanya untuk menenangkan suasana. Pak Mar cukup perduli dan aku pun begitu menghargainya. Pada dahulunya ia bercerita, bahwa ia juga pernah merasakan seperti apa yang aku alami pada saat ini. Namun, Kedua Dosen tetap itu sepertinya tidak suka mendengar ucapan darinya Pak Mar, sehingga mereka tampak kesal. Aku tidak ingin mereka itu berdebat hanya karena tempat duduk, kemudian aku mencari lagi meja lainnya dan aku katakan kepadanya. "Biar..., tidak apa-apa Pak Mar, saya duduk di meja-meja lainnya saja, kan, masih banyak juga yang kosong!" Kataku kepadanya. "Oh ya... baiklah Ker kalau begitu," Kata Pak Mar. Dua orang Dosen tetap itu tampaknya tidak ada rasa segan, sungkan dan bahkan mereka berkata kepadaku dengan keras. Tentunya aku jawab seadanya, karena aku tidak ingin menjadi rumit dan pelik, apalagi karena hanya tempat duduk. Hari ini saja aku sudah cukup pusing perasaanku ketika mendengar kabarnya Paliva. Pak Mar nampaknya cukup panas ketika mendengar Dua orang Dosen tetapnya berkata kepadanya seperti itu. Padahal mereka-mereka itu masih sangatlah muda, atau bisa dikatakan juga adalah Dosen muda. "Tak apa-apa Ker..., santai saja, di ruangan ini kan, mejanya juga banyak, dan tidak tertulis juga disana mejanya siapa, gitu, kan," Katanya Pak Mar menjelaskan. "Tidak apa-apa Pak..., saya juga baru mengajar disini, jadi saya tidak begitu mengetahui kalau adanya keadaan yang seperti ini," Kataku padanya, karena aku masih baru dan dalam status Dosen penghargaan luar biasa. Aku tidak dapat menebak-nebak dan kadang-kadang aku cukup kaget, terutamanya bila aku sedang duduk santai namun tiba-tiba bisa saja berpindah. Kami-kami yang ada di dalam ruangan ini cukup keras dalam berkata dan bersuara. Dosen-dosen lainnya ada yang mengatakan, bahwa hal ini tidak mesti dipermasalahkan, lalu ada juga yang menjelaskan jika hal ini tidak boleh dibiarkan. Aku mendengarkan mereka mengoceh dan mengomel-ngomel. Beberapa waktu yang lalu mereka bilang ada juga yang bersengketa, namun aku tak tahu tepatnya seperti apa. Aku baru saja pulang dari beribadah. Sebelas hingga Tiga belas hari itu rasanya sudah cukup lama. Aku tak tahu apa saja perkembangan yang ada selama hari-hari itu. "Iya..., saya juga sering seperti itu loh, kenapa ya Pak," Katanya Dosen-dosen status penghargaan luar biasa lainnya yang ada di ruangan, dan mereka pun mengalami hal yang sama sepertiku. "Iya..., saya juga pernah loh Pak, bahkan saya sampai disuruh mencari kursi dan meja diruangan lainnya loh," Katanya Dosen penghargaan lainnya. "Ah... sudah-sudah kalian ini, kenapa membahas ini," Katanya Dosen penghargaan luar biasa lainnya dan tak ingin membahasnya. "Tentunya kami lebih mementingkan pengajaran dan perkuliahan." Aku diam saja mendengarkan mereka itu saling berdebat satu sama lainnya, tentunya tidak aku hiraukan. Perasaanku sekarang terasakan seperti telah kosong, hilang tiba-tiba saja, kemudian aku duduk santai dan termenung. "Pak..., silakan duduk dulu dong,! ini kosong meja dan kursinya, capek nanti kalau berdiri-diri seperti itu," Seruanku kepada salah satu Dosen muda penghargaan luar biasa lainnya yang ada di dalam ruangan ini. "Oh... oke-oke, wah makasih ya Pak Ker," Katanya padaku dan tersenyum ramah. Kami cukup senang mengajar dan belajar di kampus Kimer Techno Zhilogic ini, permasalahan itu bagiku dan dosen penghargaan lainnya adalah hal yang biasa.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN