84. Resto Ujung Kota

1144 Kata

Mereka akhirnya tiba di perkotaan, Dave masuk ke pelataran parkir salah satu restoran mahal yang ada di ujung kota. Ia sengaja masuk kemari karena ingin menyerap sesuatu. “Ayo turun. Kita makan dulu,” kata Dave. “Apa tidak sebaiknya melanjutkan perjalanan saja?” tanya Villia acuh tak acuh. “Kita makan sesuatu dulu untuk menyerapnya. Karena ini sudah lewat jam makan malam. Perjalanan masih agak jauh,” kata Dave, lalu turun dari mobil. “Vil, jangan sok jual mahal, dia itu tahu pasti kalau kamu lapar, tadi perutmu berbunyi keras sekali,” kekeh Isabela lalu ikut turun dari mobil, membuat wajah Villia merah merona. Villia pun ikut turun, sebenarnya ia juga lapar sekali, hanya saja ia malu sekali rasanya, pura-pura saja tapi ternyata ketahuan juga, bahwa ia memang tengah lapar. Cacing-cacin

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN