Suara pintu apartemen terdengar, Damian bergegas membuka pintu dan melihat seorang wanita dengan penampilan biasa tengah berdiri didepan pintu, Damian tidak pernah melihatnya dan malam menunjukkan pukul 9. Bagi sebagian wanita, mungkin pukul itu sudah cukup malam untuk beristirahat. “Kamu siapa?” tanya Damian. “Saya mau bertemu dengan Tuan Dave,” jawab Villia, gadis yang berdiri berhadapan dengannya. “Namamu siapa?” “Villia,” jawabnya lagi. “Oh jadi kamu yang bernama Villia?” Damian tersenyum dan melihat penampilan Villia dari ujung kaki hingga ujung rambutnya. Villia menautkan alisnya dengan tatapan keheranan melihat pria itu, Villia tahu pria yang berdiri dihadapannya saat ini adalah sepupu dari Dave, karena Dave sendiri yang mengatakan bahwa memiliki tamu di rumah yang tak lain ta

