¨ Auliana merasa diri sudah banyak korban harga diri dan tubuhnya sendiri untuk cinta pertamanya, Haxel. Tidak ada salahnya untuk kali ini dia menuntut pada cinta pertamanya itu. “Haxel,” panggil Auliana dengan suara datar. Matanya memerah tapi terlihat sayu karena dia sakit. Sedangkan yang dipanggil tidak bergeming, Haxel hanya diam di tempat duduknya, sopa single kamar hotel itu. “Aku tau ini salahku. Aku juga tau tidak seharusnya aku bertindak jauh dan berharap aku tetap bisa bersamamu, Xel.” “I give you everything.” “Aku memberikan semua milikku padamu, Xel. Apa yang tersisa saat ini? Apa?” Nada bicara Auliana tidak tinggi, dia berbicara lirih dengan segala lemah yang dia punya. “Kamu juga harus berpikir dan ingat Xel. Aku bukan dari keluarga kalangan bawah. Kita bertema

