¨ “Eum, benar. Umurnya sudah tiga minggu. Maafkan Lea, Lea terpaksa melakukan ini tanpa seizing Haxel karena Lea sangat mencintai Haxel, Lea tidak ingin Haxel ninggalin Lea setelah Haxel nikah nanti,” ucap Auliana cepat. Tanpa Auliana duga, terdengar suara kekehan dari seberang sana. Apakah Jihan tidak marah? Jihan tertawa? Itulah yang menjadi kesan pada Auliana saat itu mendengar kekehan Jihan yang terdengar renyah. “Ups hahaha. Begini, Mama tidak masalah kamu hamil, dan Mama malah berharap kamu tidak pernah ada niatan untuk menggugurkannya,” pesan Jihan pada Auliana melalui panggilan telpon itu. “Sungguh? Mama memberikan restu?!” tanya Auliana merasa tidak percaya, dia memastikannya lagi pada Jihan dan arah matanya pun berujung pada Haxel yang masih duduk ditempatnya semula sa

