Bab 33: Tiara Bar-Bar

1168 Kata

Aku berjalan menuju ruangan Azzam. Setelah mengetuk pintu aku pun segera masuk. Azzam duduk di kursinya. Ia tersenyum melihatku. "Ada apa Bapak memanggil saya?" "Bapak? Kapan aku jadi bapakmu, Nad?" Mulai! Sifat usilnya ternyata masih belum hilang. "Apa ada yang harus saya kerjakan, Pak?" "Bapak lagi, kamu lihat tampangku tua begitu apa?" Ck! Maunya apa, sih? "Azzam, masih banyak yang harus aku pelajari. Kalau memang ngga ada yang mau dibahas, aku permisi!" "Kami kaku sekali sekarang. Urusan rumah tangga jangan bawa-bawa ke tempat kerja." Ah! Azzam membuat hatiku panas. Masih pagi, tapi mood sudah dua kali hancur. Ambyar! "Maaf! Aku permisi!" Kubalikkan badan menuju pintu. Tiba-tiba tirai lebar menutupi kaca ruangan Azzam. Aku kaget dan melihat sekeliling. Penglihatan ke luar ru

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN