Bab 32: Apakah Aku Harus Menyerah?

1114 Kata

"Nadia, aku mau bicara!" Tiba-tiba Hadi memanggilku. Aku sedang bersiap hendak pergi. Hari ini adalah hari pertamaku bekerja. "Tentang?" tanyaku singkat. Meskipun kami sempat sangat dekat saat di Bali, tapi ketika berada di Jakarta, Tiara kembali menguasainya. Yang aku kesalkan, Hadi seolah tak ada kekuatan untuk menolak wanita itu. Benar seperti dugaanku, Hadi memang sangat mencintainya. Dia tidak bisa membuat hati wanita itu sakit. Aku saja yang terlalu banyak menaruh harap, berusaha menggapai purnama, sementara sinarnya redup dan hanya cukup untuk Tiara. "Ternyata itu alasanmu bersikeras agar diterima di perusahaan itu?" Lelaki itu berdiri di dekatku. Tangannya bersilang di d**a dan menatapku penuh dengan rasa ingin tahu. Sejak kemarin tak lagi kudapati binar cahaya dari matanya unt

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN