POV HADI "Aku juga mau hamil! Aku mau punya anak dari kamu!" Tiara terus mengulang-ulang ucapannya. Susah payah aku merayu wanita itu agar bersikap tenang dan jangan gegabah. Namun, dia seperti sengaja ingin membuatku panik. "Sekarang! Ayo!" Tiara memaksaku naik ke atas ranjang. Aku serba salah. Merasa sangat kasihan melihat wajahnya yang sembab, tapi tidak mungkin juga aku mengikuti ide tak sehatnya itu. Belum saatnya. "Tiara. Kamu dengar aku, Sayang. Tolong jangan begini!" seruku tegas. Seperti menulikan telinga, ia tidak menggubris kata-kataku. Wanita berambut ikal kecokelatan itu membuka paksa bajunya. Beberapa butir kancing terlepas berjatuhan menyentuh lantai. Tiara menanggalkan satu persatu pakaian yang melekat di tubuhnya. "Kamu ngga mau? Yakin?" tanyanya menantang. Kugunak

