Bab 24: Kapan Kasih Cucu?

1148 Kata

POV HADI "Sudah?" tanyaku sambil tersenyum-senyum. "Belum! Awas kalau ngintip!" Nadia mengancamku. "Memang kenapa? Kamu istriku, loh! Aku berusaha mengganggunya. Dan benar saja, Nadia kembali mengancam akan meninjuku jika saja aku berani mengintip. Rasa geli akan tingkah Nadia semakin menggelitik. Wanita ini sangat menguji adrenalin. Sifatnya yang tidak mencla-mencle membuat naluri tertantang untuk mendalaminya lebih jauh. "Nanti malam aku tidur di mana?" "Di extra bed!" serunya cepat. "Masa di sana. Bukannya kita sudah berdamai?" Aku menolak sambil menunjuk ke arah bed kosong yang memang sudah disediakan di dalam kamar. "Lalu?" "Tidur di ranjang, dong, sama kamu. Tuh mawarnya masih rapi." Saat aku dan Nadia memasuki kamar yang di-booking siang tadi, di atas ranjang kamar dihia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN