Rania gelagapan, ia kehilangan kata-katanya sendiri ketika pria itu, Aditya, muncul di hadapan dis dan Dave. Waktu yang sangat tidak tepat sebab ia dan Dave baru saja menghabiskan waktu menyenangkan dan kehadiran Aditya seolah menjadi penutup yang pahit. Rania terkejut sebab ia selain belum menceritakan tentang Aditya kepada Dave, juga karena ia merasa tidak perlu melakukannya karena Aditya seharusnya sudah kembali ke Bandung namun ketika pria itu dengan mengejutkan muncul di hadapannya, hal itu membuat Rania merasa bahwa tindakannya selama ini salah. "Dia, anak temennya Papa." Jawab Rania dengan senyum kikuk yabg mencoba ia kendalikan di hadapan Dave. Pria itu tidak bodoh, ia jelas sekali bisa merasakan sesuatu dalam tatapan Aditya kepadanya begitupun sebaliknya. Namun Dave masih meras

