"Kita perlu ketemu." "Apa saya punya alasan untuk ketemu kamu?" Sany mulai berbicara informal pada Yara, gadis itu menghubunginya setelah Sany mempermalukan dia di depan banyak orang terutama di lingkungan yang membesarkan namanya. "Aku tahu Kak Sany enggak akan nolak." Yara kemudian menyebutkan nama sebuah coffee shop yang tidak jauh dari apartemen miliknya, ia hanya perlu berjalan sebentar kemudian menyeberang dari sana. Pada akhirnya wanita itu memang datang, menghampiri seorang wanita yang sudah memesankan dua gelas kopi untuknya, cappucino untuk Sany, salah satu kopi yang biasa ia minum dan Yara memang mengetahuinya meskipun sesekali ia mencoba caramel macchiato. Kaki Yara bertumpang pada kaki lainnya begitu pun dengan kedua tangan yang ia letakkan saling bertumpuk di sana, ia tam

