Akhir-akhir ini Rania merasa bebannya semakin berat saja, bukan karena pekerjaan yang meskipun menemukan banyak masalah namun masih ia nikmati dan dapat Rania perbaiki dengan mudah, sesekali ia melamun mengingat bagaimana orang tuanya yang bersikap tidak adil, meski hidup Rania sekarang baik-baik saja namun satu ruang dalam hatinya kosong, ia rindu papanya juga mamanya yang dulu ketika hanya ada Rania di sekitar mereka. Bukan Rania membenci kehadiran Indira namun oada kenyataannya dirinyalah yang harus banyak mengalah diperlakukan tidak adil dan tidak memiliki hak untuk protes. Anggaplah keluar dari rumah dulu adalah pilihan paling berisiko, kemungkinan ia gagal hampir 80 persen sebab dengan uang jajan yang ia simpan Rania mulai membuka toko kuenya yang pertama, sebuah toko kecil yang han

