25. Alasan Papa. Pagi hari Arlyn duduk di teras rumah. Mengamati Arnold yang sedang melakukan olahraga pagi. Arlyn menghampiri kakaknya, mengajaknya duduk di kursi yang ada di tepi taman. Sebuah kursi besi yang nyaman. “Kamu tidur nyenyak semalam?!” tanya Arnold. Sebagai kakak pertama dia memang lebih perhatian dibandingkan Andre ataupun papanya. Sejak kecil seluruh perhatiannya tercurah pada adik perempuannya itu. “Nyenyak Kak, kalau boleh tahu apa yang Kak Arnold dan Papa bicarakan semalam?” Arlyn balik bertanya. Ia mengamati ekspresi lawan bicaranya dengan saksama. Ya, kakaknya selalu jujur tidak pernah berbohong pada Arlyn. “Papa memintaku mencari seseorang!” ujar Arnold. Sejak kecil Arlyn memang memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Sifat itu mendarah daging dan terbawa sampai

