bc

REVENGE MARRIAGE

book_age18+
3.5K
IKUTI
36.6K
BACA
love after marriage
arrogant
dominant
CEO
sweet
bxg
like
intro-logo
Uraian

Biasakan Tap Love sebelum baca ❤

“Aku akan membuatmu sangat menderita! lihat saja!” Reymond Erkananta.

“Mengapa setelah menikah kau berubah menjadi sangat kasar! Apa salahku?” Arlyn Gracella.

~~~~•~~~•~~~•~~~

Reymond kembali dari Amerika, memutuskan untuk balas dendam. Lewat sebuah drama yang ia rancang menjadi sebuah kebetulan yang lebih dari kebetulan, ia berhasil membuat jatuh cinta Arlyn Gracella.

Setelah mendapatkan cinta dan berhasil membuat gadis itu menikah dengannya. Bukan cinta atau sebuah pernikahan impian yang ia suguhkan, tetapi sebuah kekejaman dan mimpi buruk yang ia berikan. Itu semua ia lakukan semata-mata untuk membalas dendam kepada keluarga gadis itu.

Apa yang terjadi di masa lalu hingga membuat Reymond begitu dendam?

Seiring berjalannya waktu, Arlyn mulai menyerah dan ingin menyudahi semuanya. Namun, berbeda dengan Reymond yang mulai menumbuhkan benih-benih cintanya.

Akankah mereka bersama, atau menyudahinya begitu saja!

Judul : REVENGE MARRIAGE.

BY. dreams_dejavu.

chap-preview
Pratinjau gratis
01
Bukan Malam Pertama. Pesta yang meriah di sebuah gedung yang mewah dengan kapasitas seribu tamu. Pilihan makanan mahal yang berkelas. Dekorasi pernikahan bertema glamour dengan lampu gantung, swarovski dan bunga warna peach yang terlihat indah dan menawan. Dihadiri para tamu pengusaha, pejabat tinggi dan beberapa artis terkenal. Sebuah resepsi pernikahan yang diiringi alunan lagu dari penyanyi papan atas Indonesia dan menghabiskan dana miliaran, telah usai. Mempelai wanita, kini sedang menunggu Sang Suaminya di sebuah kamar pengantin yang sudah dihias dan berhasil memberikan suasana romantis dan elegan. Wanita itu berjalan mondar-mandir di dalam balkon kamarnya, takut dan tidak tahu apa yang harus dilakukan. Kemudian, dia berjalan menuju meja rias. Perlahan, melepas tiara yang ada di atas kepalanya. Meski baru mengenal Reymond beberapa bulan Arlyn sangat yakin menikah dengan pria itu, CEO dari Lion Sky Industries. Dia lembut, berwibawa tampan dan pengusaha muda. Cklek! Pintu kamar mandi terbuka. Reymond yang bertelanjang d**a dengan melilitkan handuk di pinggangnya berdiri, berkacak pinggang dan menatap pengantin wanitanya dengan tajam. “Sini!” perintahnya dengan suara keras, tidak seperti biasanya. Arlyn bergegas, dengan malu-malu berjalan pelang menghampiri pria itu, suami barunya. “Bisa cepat sedikit tidak!” ucap pria itu sedikit memaksa. Arlyn, yang awalnya malu-malu kini berubah menjadi sangat takut, baru beberapa jam usai resepsi pernikahan dan masih berada di rumah papanya sendiri, Reymond sudah berani membentaknya. Setelah, Arlyn sampai di hadapannya. Sang pengantin pria itu menatap wanitanya dengan pandangan tajam ingin menerkam. “Ikuti aku!” perintahnya dengan menarik tangan Arlyn masuk ke dalam kamar mandi. “Apa yang harus aku lakukan?” tanya Arlyn ketakutan. “Sabuni tubuhku!” jawab pria itu melempar pandangan ke arah lain. “Sebentar, aku ingin mengganti gaunku ini!” pinta Sang Istri tidak ingin baju pengantin berupa gaun berwarna putih yang didesain khusus untuk dirinya di resepsi pernikahan akan basah terkena sabun. “Tidak perlu!” teriak pria yang baru saja sah menjadi suami dari gadis yang bernama Arlyn. Kamar mandi yang tertutup membuat suara Reymond begitu keras dan membuat Arlyn menutup telinganya. “Jangan manja, ini adalah tugas pertamamu sebagai istriku! Bantu aku mandi!” tegasnya dengan penuh penekanan. Reymond berdiri dan membiarkan Arlyn menggosok tubuhnya dengan shower puff dan sabun cair beraroma mint yang disukainya. “Lebih cepat lagi!” perintah Reymond karena merasa istrinya sangat lamban. Arlyn mulai menggosok punggung suaminya dengan lebih cepat sambil bertanya-tanya apa kesalahan yang ia lakukan sehingga membuat suaminya itu berubah menjadi kejam, kasar dan pemarah. “Jangan keras-keras kamu ingin melukai kulitku, ya! Begitu saja tidak becus, dasar istri tidak berguna!” umpat Reymond memperlihatkan senyum sinis di ujung bibirnya. Air mata Arlyn mulai merebak, tak biasanya diperlakukan kasar seperti itu pada siapa pun, dia adalah anak perempuan satu-satunya dari pria bernama Chandra Lesmana, Pengusaha sukses yang membuka usahanya di berbagai sektor, perhotelan, periklanan, villa dan resort. Kedua kakaknya laki-laki dan dialah yang paling di sayang oleh Sang Papa. Setelah selesai menyabuni dan menggosok tubuh Reymond, bahkan kedua telapak kakinya. Arlyn mulai membilas tubuh suaminya dengan air dingin. Di dalam kamar mandi itu ada hitter water dengan dua kran, air dingin dan air hangat tetapi Reymond memintanya membilas manual dengan gayung. Arlyn menghentikan aktivitasnya, kini giliran dirinya yang akan mandi. “Tolong bantu aku melepaskan gaunku!” pinta Arlyn dan mengurai apitan lututnya membiarkan gaunnya jatuh bebas di lantai kamar mandi. “Memangnya aku pelayanmu apa!” jawab Reymond. “Lagi pula siapa yang menyuruhmu mandi! Siapkan baju tidur untukku baru kamu boleh mandi!” tegasnya tak kalah menyeramkan dari sebelumnya. “I ya!” sahutnya gemetaran. Reymond keluar dari kamar mandi dan di ikuti oleh Arlyn. Pria itu duduk di tepi ranjang sembari menunggu istrinya menyiapkan baju tidur untuknya. “Ini,” ucap Arlyn meletakkan piama berbahan rayon dengan motif pohon kelapa berwarna biru tua. “Tidak sopan sekali, Kamu! Pakaikan untukku dan hapus air matamu jangan cengeng!” bentaknya. Arlyn menelan ludah, lalu mulai berlutut untuk memakaikan celana dalam, kaos dalam baru setelan piamanya. Dia bisa melihat setiap senti kulit suaminya yang putih bersih yang membungkus otot yang kekar sesuai porsi di tempat semestinya. “Sudah mandi sana!” perintahnya, masih kasar dan membuang kedua tangan Arlyn yang masih mengancingkan bajunya. Arlyn berlari kecil menuju kamar mandi. Brakk! Bunyi pintu yang terburu-buru ia tutup. Wanita itu bersandar pada pintu dengan kedua lutut ditekuk dia menghunjamkan wajahnya di sana, tidak kuat dengan sikap kasar Reymond. Bertanya-tanya apa yang membuat suaminya menjadi sekejam itu. “Jangan lama-lama!” Suruh Reymond di balik pintu. Arlin segera beranjak dari duduknya dan mulai melepas gaun pengantinnya. Cincin berlian yang melingkar ditangan sebagai mas kawin, awalnya dia bangga mengenakan cincin yang bertahtakan berlian 18 karat dengan harga mencapai 1,3 miliar, tetapi kini wanita itu merasa sedih dan ingin membuangnya. Air dingin yang mengalir lewat kran di atas kepalanya membasahi rambut dan seluruh tubuhnya, bersamaan dengan air mata yang mengalir di pipinya. Ia mendapat firasat bahwa pernikahan ini bukanlah pernikahan impian yang ia dambakan selama ini, tetapi awal dari mimpi buruk yang tidak akan pernah berakhir. Masih di dalam rumah milik papanya sendiri saja, Reymond berani kasar dan berteriak apa lagi nanti saat mereka tinggal satu atap, Arlyn menutup mata kuat-kuat membayangkan hal itu. Sesuai instruksi dari suaminya, wanita itu tak berlama-lama di kamar mandi, setelah selesai membilas busa di kepala dan seluruh tubuhnya ia bergegas menyelesaikan ritual mandinya dengan membasuh muka menghapus make-up. Namun, saat ingin berjalan keluar ia sadar satu hal ia lupa membawa handuk dan tidak mungkin mengenakan kembali baju pengantinnya yang sudah kotor dan basah. Arlyn membuka pintu, mengintip dan memastikan Reymond masih di dalam kamar. “Aku lupa membawa handuk! Bisakah kamu mengambilkan handuk untukku?” tanya Arlyn ragu, biasanya dia memanggil Reymond dengan sebutan ‘sayang' tetapi kali ini lidahnya menolak mengucapkan kata itu! Reymond yang bersandar dengan dua bantal di atas tempat tidurnya bergeming, pura-pura tak mendengar dengan terus fokus pada layar ponselnya. “Apa kamu tidak mendengarku! tolong ambilkan handuk!” paksa Arlyn dengan suara lembut meski terlihat marah dan penuh penekanan. Mendengar Sang Istri berani memberi perintah padanya, Reymond beranjak dari duduknya. Dia berjalan menghampiri wanita itu. “Beraninya Kamu menyuruhku! Aku ini suami yang harus kamu hormati bukan pelayan yang bisa kamu suruh-suruh! Mengerti!” bentak pria itu. Rasa benci yang ada pada hatinya semakin mengakar, melontarkan kata-kata kejam, umpatan kasar, dan membuat istrinya seperti hidup di neraka adalah kepuasan tersendiri untuknya. Apa lagi saat wanita itu menunduk, menahan tangis dengan tubuh yang bergetar, dendamnya terbalas meski hanya sedikit. ** Prahara di Atas Ranjang. Setelah mendorong kening istrinya dengan telunjuk jari kanannya, Reymond kembali merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Mencoba memejamkan matanya. Arlyn masih mengintip, memastikan pria yang baru saja sah menjadi suaminya itu benar-benar menutup mata. Kemudian, dengan perlahan wanita itu keluar dari kamar mandi tanpa sehelai benang pun. Dia berlari kecil menuju set lemari baju lalu mengambil handuknya dan mulai mengeringkan tubuhnya. Dia mengenakan salah satu dari sepuluh baju malam yang ada di lemarinya, entah mengapa baju yang lainnya seolah lenyap dan tak ada di sana. Arly yang sudah merasa pegal, berjalan menuju ranjang king sizenya ingin segera beristirahat dan melupakan rangkaian kejadian kejam yang baru saja ia dapatkan. Mencoba mengerti mungkin Reymond sedang terlalu kecapaian sehingga membuatnya bertindak kasar dan kejam, semoga saja itu hanya sesaat. Reymond, sebenarnya tergoda melihat tubuh Arlyn, tetapi dia menyadarkan dirinya sendiri bahwa dia menikahi gadis itu untuk balas dendam, bukan untuk menikah sebagaimana mestinya ataupun melaksanakan tugasnya sebagai suami. Arlyn, membentangkan selimut untuk menutupi tubuhnya, tetapi Reymond menjadikan kesempatan itu untuk kembali menyiksa istrinya. “Pijat kakiku!” perintahnya tanpa melihat ke arah wanita itu. “Aku lelah, dan kakiku juga pegal!” jawab Arlyn lembut, dia tipe gadis cantik, lemah lembut, mandiri hanya saja dia selalu taat. Itu yang diajarkan kedua orang tuanya. “Ini perintah dari suamimu! Apa kamu akan menolak! Jika ini adalah perintah!” ucap Reymond pelan dengan penekanan. “Baik,” jawabnya, berat dan tidak ikhlas karena sama-sama lelah. Arlyn meluruskan kedua kakinya, mengangkat kedua kaki suaminya di pangkuannya dan mulai memijat telapak kaki suaminya, dengan pelan dan telaten. “Lebih keras! Punya tenaga enggak sih!” suruh Reymond dengan wajah muram tidak puas. “Iya,” jawab wanita itu menurut, meski lelah dan kecapaian, dia berusaha memacu kedua tangannya untuk memijat dengan lebih keras lagi. “Auw!!” teriak Reymond mengangkat kepalanya melihat Arlyn. Dia memandang 5 detik tanpa henti. “Kau ingin membuat kakiku terluka ya!” bentaknya lagi. Menelan ludah melihat bentuk d**a Arlyn yang terbuka, sangat menggoda membuatnya harus kembali memejamkan mata karena tidak ingin terlena lebih dalam. Arlyn mulai memijat sesuai keinginan suaminya, ingin menangis. Namun, ia menahannya tidak ingin ada air mata lagi di malam pertamanya ini. Reymond yang mulai merasakan keenakan dengan pijatan istrinya, tersenyum tipis merasa ada untungnya juga menikahi, Arlyn. “Naik lagi!” “Iya,” “Naik lagi!” “Iya,” “Naik lagi!” “Iya,” jawab Arlyn terus menuruti kemauan Reymond, dan kini di sedang memijat paha suaminya. Reymond jadi lebih jelas, melihat Arlyn dengan baju malamnya yang sexy. “Lebih keras lagi!” suruhnya. Merasa puas melihat wajah istrinya yang sudah lelah terus memijatnya dengan semangat. Arlyn lebih keras lagi memijatnya, hingga tidak sengaja menyentuh bagian sensitif milik Reymond. “Siapa yang mengajarimu menggodaku! Bukan hanya berani memakai pakaian terbuka seperti itu! Kamu juga berani menyentuhnya! Dasar p*****r!” umpat Reymond, tidak ada hal lain yang ingin ia lakukan kecuali menyakiti hati istrinya itu. Mendengar ucapan Reymond, Arlyn membuang nafas berat, dadanya terasa sesak. Kenapa Reymond berubah seperti orang lain, hingga dirinya tak mengenali lagi. Wanita itu menghentikan aktivitas kedua tangan, lalu dia menangis. Bulir-bulir air mata mulai membasahi pipinya dan suara tangisnya semakin kencang. “Astaga!” ujar Reymond kesal meraup wajahnya kasar. Melihat istrinya yang mengenakan gaun malam terbuka, membuatnya benar-benar merasa kesal, marah, tergoda, yang berpadu. Ditambah lagi suara tangisan Arlyn yang membuat telinganya merasa gatal. Arlyn masih menangis sesenggukan, kedua tangannya menutup wajahnya, tidak ingin Sang suami melihatnya dalam keadaan buruk rupa. “Sudah hentikan tangisanmu!” bujuk Reymond mengusap pelan pundak istrinya, untuk pertama kalinya dia menggunakan perasaan kasihannya pada gadis itu. Arlyn menurut, perlahan isaknya berhenti dan air matanya sudah tidak menetes lagi. “Mengapa kamu berubah!” tanya Arlyn dengan suara bergetar sembari mengusap air mata yang membasahi pipinya. “Ini terlalu klise, jika dijelaskan sekarang!” jawab pria itu singkat. “Maksud kamu? Apa tujuanmu menikahiku sebenarnya?” Arlyn memberanikan diri untuk bertanya. “Ini semua karena papamu yang b******k itu! Hah!” teriak Reymond sembari mengingat kejadian di masa lalunya yang terpatri di otaknya. “Apa yang dilakukan Papaku?” tanya wanita itu lagi. “Kamu tidak perlu tahu, semuanya sudah terjadi dan sekarang aku sedang membalas dendam! Hahahhaaa!” teriak Reymond puas. Bruukk! Tubuh lemah Arlyn ia dorong ke ranjang. Kemudian, Reymond mendekati Arlyn. “Dengarkan aku! Jangan pernah bermimpi untuk mendapatkan cintaku, mengerti, mulai malam ini aku akan membuat hidupmu seperti di neraka seperti apa yang dilakukan papamu kepada keluargaku dulu mengerti!” jelas Reymond sambil berbisik di indra pendengaran Arlyn. Arlyn tak menjawab, dia penasaran apa yang dilakukan papanya sehingga membuat pria seperti Reymond sangat berniat untuk membalas dendam. “Dan jangan coba untuk kabur! Kalau berani kabur atau memberitahu papamu aku tidak akan segan-segan menghancurkanmu dan papamu, mengerti!” Reymond menepis kasar pipi Arlyn dari hadapannya. Reymond, dengan bertelanjang d**a ia keluar menuju balkon kamarnya, ingin menghirup udara segar. Dia bisa bernafas lega mulai sekarang karena pembalasan dendamnya baru dimulai. Sekarang saja Arlyn sudah merasa sedih dan menyerah, padahal itu baru awal dari kekejaman yang akan ia lakukan tanpa henti sebelum tujuan balas dendamnya tercapai. Lima belas menit berlalu, Reymond kembali masuk ke dalam kamar. Pria itu merebahkan tubuhnya di atas ranjang pengantinnya. Dia memperhatikan Arly yang sudah meringkuk dan tertidur, terlihat menyedihkan, di malam pertama yang mungkin sudah ditunggunya gadis itu bukan hanya kecewa karena malam pertamanya yang hancur, tetapi wanita itu juga menangis berkali-kali karena kesengajaan yang di buat suaminya. Reymond, membentangkan selimut untuk menutupi tubuh istrinya, takut tergoda dan tidak tega jika tubuh mungil itu kedinginan sepanjang malam. Namun, di sisi lain dia juga tersenyum puas, dendamnya lama-lama akan terbalas juga. Semakin sering ia membuat Arlyn menangis secepat itu juga dendamnya akan terbalas, sebanyak air mata yang ia tumpahkan sewaktu kecil karena kehilangan kedua orang tuanya. ** Mimpi Buruk. Perlahan Reymond memejamkan matanya. Kemudian, dia semakin terlelap ke alam mimpi. Mimpi adalah bunga tidur, mengantarkan hatinya yang sedang berbunga-bunga, ia pun di hinggapi bunga tidur. Dalam mimpinya Reymond baru pulang sekolah. Si sopir pribadi melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh seolah ada hal buruk yang terjadi di kediaman orang tuanya. Mobil pun memasuki gerbang utama, masuk dalam pekarangan rumah yang luas dan berhenti di teras, pintu depan. Seorang pengasuh wanita membuka pintu untuk Tuan Muda yang masih kecil itu. Reymond yang saat itu masih berusia 6 tahun, turun dari mobil. Seolah mendapat firasat ia segera berlari menaiki tangga menuju lantai dua, ke kamar utama. Kamar kedua orang tuanya. Anak yang berusia 6 tahun itu memasuki kamar bersama Kedua pengasuhnya. Matanya tertuju pada ranjang yang berantakan. Bantal dan alas tidurnya tak karuan. Pandangannya beralih ke lantai yang tak kalah acak-acakan make-up dan benda lain bertebaran di lantai kamar itu, cermin rias pun retak seolah dengan sengaja sebuah benda keras di lempar untuk memecahkannya. Ruangan itu begitu dingin dengan AC yang menyala, kini perhatiannya beralih pada darah di depan pintu kamar mandi, ada darah segar di sana dari bekas tangan yang merangkak. Kedua pengasuh wanita menghentikan langkah anak kecil berusia 6 tahun itu. Namun, Reymond kecil kekeh untuk masuk ke kamar mandi. Dengan pelan, anak kecil itu melangkahkan kaki menuju kamar mandi, pintunya terbuka sedikit. Dia mendorong pelan pintu itu. “Ahk,” teriak Reymond kecil begitu keras tak kuasa menahan ketakutan, apa yang ia lihat di dalam sana. Sang Ibu sudah meninggal dunia dengan cara gantung diri dengan tali yang tergantung di langit-langit kamar mandi, sedangkan papanya dia tergeletak tak bernyawa di lantai dengan darah yang terus mengucur lewat perutnya yang berada tepat di bawah kran air yang dinyalakan. Mimpi buruk yang sudah lama tak menghantuinya, kini muncul kembali bahkan di hari pernikahannya. Mendengar teriakan Reymond, Arlyn terbangun dia memperhatikan wajah suaminya yang penuh keringat. “Sayang,” panggil Arlyn mencoba membangunkan pria yang tidur di sampingnya. Namun, Reymond tak kunjung bangun, dia masih saja tersiksa di dalam mimpinya. “Sayang, bangun!” pinta Arlyn menepuk pipi suaminya. Sejenak kemudian, Reymond terbangun dan langsung memeluknya dengan erat, seolah ketakutan. “Aku takut,” lirih Reymond dengan wajah berkeringat dan basah. “Jangan takut, aku di sini!” ucap Arlyn menenangkan Reymond dengan terus mengusap punggungnya pelan. Terus mengusapnya, berharap pria itu tidak ketakutan lagi. Tak berapa lama, nafas Reymond kembali normal, perlahan dia mengurai pelukan, melepas genggaman tangannya lalu merebahkan tubuhnya kembali. “Apa kamu mimpi buruk?” tanya Arlyn yang sedang bersandar dengan dua bantal. Reymond merubah posisinya ke samping membelakangi istrinya. Tidak ingin terlihat lemah di depan wanita yang menjadi tawanan balas dendamnya. Pria itu kembali memikirkan mimpi buruk yang baru saja mendatanginya, sangat nyata seperti kejadian 22 tahun silam. “Tenang saja, mimpi hanya bunga tidur,” bisik Arlyn pelan mengusap rambut suaminya. Reymond tak menyahut, diam seribu bahasa. “Mulai hari ini aku akan menemanimu, jadi tidurlah biar aku yang menjagamu,” bisik Arlyn pelan masih mengusap lembut bagian belakang kepala suaminya. Reymond pura-pura mendengkur dan bernafas teratur, berharap Arlyn menghentikan ocehannya. Muak sekali ia mendengar ucapan gadis itu yang sok tahu. Namun, bukan mengacuhkannya istri barunya itu pelan-pelan mendekati tubuh Reymond. Menyelimuti tubuh suaminya, dengan perlahan memeluk Reymond dari belakang dan menghunjamkan wajahnya di punggung lebar Sang suami, Arlyn tetap mencintai pria itu meski semalam ia berubah dan sangat kasar. Reymond yang masih terjaga tidak menyangka dengan tindakan Arlyn, setelah berkali-kali ia mengerjai dan membuat wanita itu merasa kesal bahkan menangis, Arlyn masih sudi memeluk dan menenangkannya. Satu sisi ia menyesal telah menyakiti wanita itu, tetapi di sisi lain dia harus membalas dendamnya, dendam karena papa dari Arlyn Gracella adalah penyebab bunuh diri yang dilakukan kedua orang tuanya. Reymond mengubah posisi tidurnya, menghadap ke arah Arlyn yang kini tertidur lelap dengan satu tangan di atas tubuhnya. Diperhatikan wajah lelah istrinya. Arlyn memang cantik. Secara tidak sadar Reymond mendekatkan tubuhnya di samping Arlyn, tidur menyamping menghadap ke arah istrinya dan menyandarkan wajah pada kedua telapak tangannya. Dia memperhatikan Arlyn yang masih tertidur, menyibakkan beberapa helai rambut yang menutupi kening, mengusap keringat yang membasahi dahinya dan menatap Arlyn dengan begitu lekat. Reymond masih memandangi wajah Arlyn, untuk pertama kalinya dia mengagumi cara Arlyn saat tidur, alis tebal yang indah, bulu matanya yang lentik, hidung mancung yang mungil, pipinya yang merona, dan Reymond melihat ada senyum tersungging di bibir merahnya, mungkinkah Arlyn sedang bermimpi indah tentangnya? Reymond berbalik, memunggungi Arlyn. Seketika ia menjadi sangat kesal, di saat mimpi buruk menghampirinya Arlyn malah tersenyum dalam mimpinya. ** Pagi hari, Reymond bangun terlebih dahulu, dia mandi dan segera bersiap, untuk makan bersama dengan keluarga istrinya. Namun, Arlyn masih tertidur pulas. “Bangun!” perintah Reymond sembari menarik tangan istrinya. Arlyn terkejut, dia bangun dan menatap suaminya ketakutan. “Segera mandi, Papamu sudah menunggu kita di ruang makan!” suruh Reymond. Arlyn berjalan menuju kamar mandi, sedangkan Reymond berdiri di depan cermin, mengagumi ketampanan dirinya sendiri. Dua puluh menit kemudian, mereka sudah siap untuk keluar menuju lantai bawah. Dengan lembut, Reymond menggandeng tangan istrinya, tidak ingin mertuanya curiga dan tidak mengizinkan dia membawa putri semata wayangnya itu. “Jangan, katakan apa pun pada Papamu, mengerti!” bisiknya pelan sebelum sampai di ruang makan. Arlyn mengangguk. Di ruang makan, sudah ada Pak Chandra di kursi utama, Andre dan Arnold, kedua kakak laki-laki Arlyn, duduk di samping kanan, sedangkan Arlyn dan Reymond duduk di samping kanan. Mereka bertiga tersenyum, melihat kedatangan pengantin baru itu. “Ayo kita makan!” suruh Pak Chandra. Andre, Arnold, Arlyn dan Reymond mulai sibuk dengan hidangan sarapan mereka. “Pa,” panggil Reymond dengan lembut. “Iya,” “Rencananya, pagi ini aku akan membawa Arlyn, ke rumahku, apa Papa mengizinkan?” pinta Reymond wajahnya penuh harap. Andre melempar senyuman menggoda pada adik iparnya itu. Sedangkan, Arlyn dalam hatinya berharap Sang Papa tidak mengizinkan ia takut, Reymond akan lebih kejam padanya, pasalnya semalam saja ketika masih di rumah ini pria itu sudah seenaknya sendiri. Apalagi nanti?? Arlyn, memejamkan mata takut membayangkannya. “Tentu saja, aku mengizinkan, aku percaya kamu pasti akan menjaga putriku dengan sangat baik!” jawab Pak Chandra tidak curiga sama sekali. Reymond menunduk, dia tersenyum menyeringai puas, lalu dia menoleh ke arah istrinya. “Sayang, mulai saat ini Papa sudah mempercayakan aku untuk menjagamu, apa kamu bersedia ikut denganku?” tawar Reymon memegang lembut tangan istrinya, raut wajahnya terlihat penuh harap. Sangat pandai bersandiwara. Arlyn yang ketakutan, mengangguk pelan. Inilah awal dari hal-hal buruk yang akan menimpanya setiap hari. Bersambung. ==❤== Judul : REVENGE MARRIAGE Author : dreams_dejavu Link : https://m.dreame.com/novel/JsjMq230BrXAVN8LeX9xFA==.html

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Sweetest Pain || Indonesia

read
77.7K
bc

UN Perfect Wedding [Indonesia]

read
80.2K
bc

FINDING THE ONE

read
34.6K
bc

You're Still the One

read
119.5K
bc

My Sweet Enemy

read
49.2K
bc

Air Mata Maharani

read
1.4M
bc

Everything

read
283.6K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook