18. Hanya aku yang berhak menyiksamu. Ketika malam tiba sunyi mulai terasa, Arlyn duduk di balkon lantai dua kamarnya. Hanya kehampaan yang menemaninya, angin sepoi-sepoi tak mampu mengisi hatinya yang kesepian. Arlyn menyesap teh hangat, di cangkir yang di pegangnya mungkin dapat menghangatkan tubuh . Dinginnya udara malam terasa menusuk hingga ke tulang. Arlyn melempar pandangan ke atas langit yang sangat indah, sinar bulan malam ini begitu terang dengan hadir nya bintang yang tak terhitung banyak nya berkelap-kelip di langit yang luas. Hanya udara dingin malam ini yang mungkin dapat menenangkan sedikit pikiran Arlyn mengenai tujuan Reymond menikahinya, mengenai masa depan pernikahannya yang suram. Kepada siapa Ia akan mengadukan semuanya, kepada sang papa atau saudara laki-lakinya

