47

1879 Kata

47. Waktu yang Tersisa. Arlyn sedang berada di dalam Taksi. Ia duduk di kursi penumpang. Terus melihat keluar jendela. Jalan raya ramai kendaraan yang berlalu lalang menuju tempat yang sama. Pulang ke rumah masing-masing. Jingganya langit menandakan suasana senja yang kian berakhir dan akan di gantikan dengan gelapnya malam. Ya, gelap seperti hati Arlyn yang di rundung kegelapan. Mobil terus berjalan dengan kecepatan sedang menuju alamat yang di berikan Arlyn. Wanita itu masih saja melamun, dengan pandangan kosong dan tidak menyadari kalau taksi sudah sampai di depan rumahnya. “Mbak.” “Mbak.” “Mbak.” Pria pengemudi taksi memanggil penumpangnya hingga tiga kali. “Iya, Pak,” sahut Arlyn tersadar dari lamunan. “Kita sudah sampai di alamat tujuan,” tutur pria itu sembari memperli

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN