Shana memungut kertas yang dilipat-lipat hingga kecil dan jadi tebal yang teronggok di lantai. Ia menduga kertas ini adalah milik orang yang barusan bertabrakan dengannya. Shana pun segera menelusuri minimarket yang tak seberapa luas itu, berharap orang yang tadi bertabrakan dengannya masih ada di sana. Disayangkan, orang itu sudah lenyap. Mana Shana tidak sempat melihat wajahnya. Gadis itu hanya sempat melihat jaket parasut yang pemuda itu kenakan. Kan, Shana jadi penasaran sekaligus bingung harus dengan cara apa mengembalikan kertas milik orang itu—padahal belum tentu juga itu berguna, bisa jadi hanya setruk belanjaan. "Mbak, lihat cowok keluar dari sini nggak? Kira-kira perginya ke mana, ya?" tanya Shana pada mbak-mbak yang berjaga di kasir. Mbak di kasir itu menggelengkan kepala. "

