Selang beberapa menit setelah Arthur berkutat di dapur, Shana memutuskan untuk menyusulnya. Setibanya Shana di dapur berukuran minimalis itu, ia melihat Arthur baru saja mengeluarkan dua porsi spaghetti dari dalam microwave. Arthur tampak cekatan memindahkan dua porsi spaghetti itu ke dalam dua piring yang sudah ia siapkan sebelumnya. “Bener gini nggak?” tanya Arthur dengan polosnya. Jangan ditanya bagaimana tampilan spaghetti itu. Sudah pasti tidak cantik. Tapi karena tak mau mempersoalkan bentuk spaghetti itu, Shana mengangguk dan menggumam mengiakan. Semoga saja rasanya masih enak. Untuk membantu Arthur, Shana yang mengambil peran menyiapkan air minum dan juga gelas. Ya meski itu adalah bentuk bantuan yang sepele, tapi lumayan mempersingkat waktu hingga mereka berdua bisa segera ma

