Jantung Verrel rasanya hampir copot saat ia hendak keluar kamar namun ia justru menabrak orang yang tengah berjalan tergesa-gesa di lorong persis di depan kamarnya. Apalagi setelah melihat wajah orang yang bertabrakan dengannya, Verrel semakin sukses dibuat ternganga. "Elo?" Verrel menunjuk-nunjuk wajah orang yang nyatanya ia kenal itu. "Kok lo masih di sini?" Orang yang berdiri di hadapan Verrel itu tampak kaku dan salah tingkah. Orang itu mengusap tengkuknya dengan gelisah. "Duluan, Rel," ujarnya sambil memutuskan untuk berlalu. Verrel mengerjapkan matanya beberapa kali sambil mengamati kepergian orang itu. Verrel yakin dia tidak salah mengenali orang. Apalagi orang itu juga sempat menyebutkan nama Verrel. Benar adanya bahwa mereka memang saling kenal. Belum selesai keterkejutan Ve

