R 6.1

1538 Kata

Setelah kenyang makan, mereka membayar pesanan mereka di warung ikan bakar itu dan langsung beranjak dari sana. Meski perut kelewat kenyang dan hawa-hawa ingin bermalas-malasan begitu tinggi, mereka pantang kembali ke penginapan. Sebelum pergi ke markas dadakan yang dibuat oleh para polisi, empat sekawan itu berjalan ke arah mobil Artur untuk mengambil berkas titipan ayah Shana terlebih dahulu. “Berkasnya aman, kan?” tanya Verrel yang berjalan di urutan paling belakang. “Jangan-jangan kita tinggal lama terus hilang.” Gara-gara berceletuk begitu, Verrel mendapat picingan mata dari Agatha. Agatha dengan gaya sok seriusnya berkata, “Jangan ngomong yang aneh-aneh. Ucapan adalah doa, Rel.” Verrel mendengkus geli dan ia pun mengedikkan bahu. Ia tidak membalas ucapan Agatha dan hanya meringis-

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN