Shana mengedarkan pandangan, memperhatikan satu per satu wajah temannya yang tampak pucat. Ia berusaha keras untuk tidak tertawa, tapi nyatanya gagal. Tawa Shana pecah tak berapa lama. Sontak saja ketiga temannya dibuat terheran-heran dengan sikap Shana. Bahkan mereka mengira Shana mulai gila karena dikecewakan Arthur. Tapi Shana justru berkata, "Bercanda, Guys! Pada serius banget mukanya." Mulut Verrel dan Agatha resmi ternganga. Mereka sampai kehabisan kata-kata untuk membalas pengakuan Shana barusan. Sementara cowok yang duduk di sebelah Shana alias si Arthur diam-diam mengembuskan napas lega. Ia beralih dari menatap Shana ke segelas kopi pahit yang tadi sempat Shana cicipi dan mulai menyeruput kopi itu untuk mengembalikan kesadarannya. "Sha, lo kalau bercanda rada ini ya," kata

