Setibanya di rumah, Alya langsung masuk ke dalam kamar, kecewa dan marah berubah menjadi satu. Ia tidak pernah menyangka jika Reyhan bisa berbuat seperti itu. Alya pikir Reyhan adalah pria baik-baik, tapi ternyata sama saja seperti yang lain. Alya takut jika pernikahan keduanya akan kandas seperti pernikahan pertamanya. Rasa trauma sejujurnya masih menyelimuti hati Alya. Perlakuan yang ia terima selama menjadi istri Gibran pun masih berputar-putar di benaknya. Selama ini ia mencoba untuk bersikap biasa, lantaran ia nyaman berada di dekat Reyhan. Saat ini Alya berada di kamar mandi, wanita berambut panjang itu tengah menumpahkan kesedihannya. Ia begitu takut jika kejadian di masa lalu akan terulang kembali. Setegar apapun seorang wanita, pasti tetap bisa merasakan sakit. Karena wanita m

