Pesona Seorang Duda

1024 Kata

Perjalanan Alzayn Arzan dan Alza Wilona sudah sampai di kampus. Namun keduanya masih betah untuk berada di dalam mobil. Alza terdiam karena perlakuan yang diberikan oleh lelaki itu tadi. Perlahan Alzayn kembali mendekatkan tubuhnya kepada Alza. Dia pun membuka seat belt yang melingkar di tubuh gadis itu. "Kenapa diam hm?" tanyanya. Tatapan mereka bertemu kembali saat Alzayn memandangi wajah Alza. Dia tersenyum simpul tapi tidak dengan Alza yang memasang raut wajah datar. "Nanti pulang tunggu saya ya." "Alza nggak mau, Om. Alza bisa pulang sendiri kok." "Pulang sama saya." Ucap lelaki itu. "Alza ngga mau Om." Tolak Alza lagi. Tiba-tiba saja Alza membulatkan matanya saat Alzayn menurunkan kursi hingga wanita itu dalam posisi berbaring. Alza menelan salivanya ketika Alzayn membuka kan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN