Menjelang pagi hari, Alzayn terbangun dari tidurnya. Dia melihat di sofa Kirana tertidur begitu pulas. Ada rasa kasih dalam diri Alzayn saat Kirana menemani mereka di sana. Di samping itu ia juga kesal karena sikap dari Kirana. "Alza." Lirih Alzayn. "Kamu lagi apa di sana?" "Kamu sama sekali tidak memikirkan saya." Ucapnya dengan perlahan. "Saya sudah berkorban demi kamu, tapi menanyakan keadaan saya melalui Dara kamu tidak mau." "Uhuk ..." Batuknya Alzayn membuat Andara terbangun dari tidurnya. "Abang." Andara dengan cepat mengambil air minum untuk lelaki itu. Tidak lupa juga ia menuntun Alzayn untuk meneguk segelas air minum. "Kenapa, Bang? Abang perlu sesuatu?" tanyanya. "Bilang sama Dara ya ... Untuk sekarang Abang jangan banyak gerak dulu. Dokter bilang luka Abang terbuka lagi.

