Andara mondar mandir di hadapan Alzayn, sebagai seseorang yang mengetahui tentang saudaranya sendiri, ia tidak terima karena orang tua Alza sudah mempermalukan Alzayn Arzan. "Dara, kamu bisa duduk nggak? Abang sakit kepala lihat kamu mondar mandir seperti setrika." "Abang! Abang jangan diam aja dong. Abang 'kan punya perasaan sama Alza, tapi Abang malah membiarkan orangtuanya mempermalukan Abang." "Nggak ada yang di permalukan di sini. Mereka bener, Abang memang duda. Harusnya sebagai orang yang lebih dewasa dari pada Alza, Abang yang menghindari dia. Alza pantas untuk mendapatkan laki-laki bujang." "Enggak, Bang. Dara tau Abang nggak rela 'kan?" "Udahlah ... Alza juga nggak punya perasaan sama Abang. Buktinya aja dia nggak pernah menghubungi Abang." "Abang salah! Dara 'kan udah bila

