"Mas Ken sini, Naya takut." Kanaya menangis sesenggukkan di seberang sana. "Oke-oke, kamu tenang dulu, Nay. Tenang," seru Kenan mencoba menenangkan. Kalau Kanaya panik, Kanaya tidak bisa berpikir jernih. "Sekarang coba kamu perhatikan ciri-ciri tempat kamu berada." Diam sejenak. Kenan bisa mendengar Kanaya menarik napas dalam. "Nay, kamu masih denger Mas?" "Iya, masih Mas." "Yaudah perhatikan sekitar kamu." "Naya melihat banyak pohon besar di sini." "Banyak orang-orang juga, Mas." "Terus ada air mancur juga." Kenan mencoba berpikir sejenak. "Kamu lagi ada di taman, Nay?" tebak Kenan setelah mendengar penjelasan Kanaya. "Sepertinya Mas." "Ciri-ciri lainnya gimana Nay?" "Kalau nggak salah lihat di depan ada patung kuda, terus di bawahnya ada air mancur kecil dan bunga warna-warni

