Warna langit sudah berubah menjadi merah keemasan. Ditambah warna abu menyelimuti awan. Jingga dan kelabu saling beradu. Langit pun terdiam lalu turun hujan untuk melerai. Mobil Kenan berhenti di pelataran masjid yang ada di pinggir jalan. Azan Maghrib sudah berkumandang beberapa menit yang lalu. Ia memutuskan berhenti, sekaligus beristirahat sejenak. "Kita shalat Maghrib dulu, Nay," ujar Kenan setelah memarkirkan mobilnya. "Iya Mas. Mas ada payung?" tanya Kanaya. Mengingat hujan turun cukup deras. Kalau mereka nekad, pasti bajunya akan basah. "Ada, tapi cuma satu doang." Tiba-tiba Kenan sudah keluar dari mobil. Kanaya mendengus sebal. Ia ditinggal. Bagaimana bisa ia pergi ke masjid? Kalau tidak memakai payung. Tok tok tok! Kaca mobil diketuk dari luar. Kanaya menoleh. Kenan sudah b

