Chapter 18

1144 Kata

Matahari sudah semakin tinggi di ufuk timur untuk menjalankan titah Tuhannya menyinari bumi. Di dalam mobil seorang gadis tengah menatap jam tangannya berkali-kali. Ia juga tengah merutuk dirinya sendiri, mengapa tadi pagi bangun kesiangan. Alhasil, ia harus pergi ke butik terburu-buru seperti ini. Kalau saja hari ini bukan hari bertemunya Kanaya dengan Shena yang merupakan model idolanya, Kanaya tidak akan sepanik ini. "Aish! Bensin pakek habis segala!" gerutunya saat melihat bagian speedometer sudah menunjuk huruf E. Kanaya menoleh ke arah kanan kiri jalan, ia memilih mencari SPBU dari pada harus mendorong mobilnya karena kehabisan bensin. Beruntung saat mobilnya berjalan lima menit kemudian, ia menemukan tempat minum para kuda besi. Kanaya bisa bernapas lega sekarang. Dalam hatinya i

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN