Chapter 62

1052 Kata

Lima jam setelah Kanaya mengirim pesan pada Kenan, ia baru mendapatkan respons. Dua panggilan tidak terjawab atas nama suaminya tertera di layar. Kanaya tidak menyadari bahwa suaminya itu menghubunginya, karena saat itu ia sedang fokus menyetir mengantar eyang pulang ke rumah dari rumah sakit tempatnya cuci darah. Setelah memastikan eyang duduk dengan posisi nyamannya, Kanaya mengeluarkan handphone dari dalam tas. "Tadi Mas Ken nelpon, Eyang. Tapi Naya nggak kedengeran." "Yasudah coba telpon balik, Nay," saran eyang. Kanaya setengah tidak yakin akan hal itu. Pasalnya ia takut kalau suaminya itu tidak mengangkat karena ada jadwal penerbangan lagi. Tapi Kanaya tetap mencobanya. Panggilan pertama aktif, namun Kenan tidak menjawabnya. Baru panggilan berikutnya, terdengar suara sapaan dari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN