Selama dua hari ini, Kanaya terus merenungi ucapan Devina dan Zoya. Keduanya berkata benar, semua yang mereka ucapkan benar adanya. Dan otak Kanaya pun meyakinkan hal itu. Hanya saja satu yang masih mengganjal di hatinya, ia paling tidak suka dibentak, dan Kenan telah melakukan hal itu. Sungguh, kesalahan yang fatal. Bicara soal cinta, rasa yang ia punya masih genap untuk Kenan. Biarpun ia yang memutuskan komitmen mereka, sejujurnya Kanaya lah yang paling terluka. Tapi ia juga gengsi kalau harus berkata lebih dulu bahwa ia sudah memaafkan pria itu. Ia ingin melihat kesungguhan Kenan untuk memperbaiki hubungan mereka. Juga ingin melihat usaha seberapa besar pria itu menginginkannya. "Mbak Nay." Gita menyembul dari balik pintu. Setelah dipersilakan masuk, gadis itu melangkah lebih jauh ke

