Chapter 33

1750 Kata

Netra ayah tidak lepas dari Kanaya sejak putrinya pulang dari butik. Sejak satu minggu yang lalu, anak sulungnya itu mempunyai kebiasaan baru, bersih-bersih apartemen super ekstra. Bayangkan saja, Kanaya mencuci piring dan perabot yang lain paling sedikit lima kali. Mengepel lantai hingga bersih lalu menuangkan air lagi hingga becek kemudian mengepel lagi, begitu seterusnya. Mencuci pakaian menggunakan tangan, padahal ada mesin cuci, berbeda seperti biasanya Kanaya lebih sering melaundry. Kali ini Kanaya sedang menyetrika pakaiannya sendiri. Tumpukan baju dan celana sudah menggunung rapi dilipat, ketika selesai, gadis itu sengaja mengacaknya lagi. Berkali-kali ayah mencoba untuk menghentikan, namun tidak dihiraukan. Ayah menatap nanar Kanaya, netra pria paruh baya itu berkabut. Ia merasa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN