Chapter 23

1862 Kata

"Jomblo banget sih nonton sendirian aja," komentar Dwiky. Pria berdarah Arab itu duduk di samping Kanaya. "Tau aja lagi haus." Tanpa aba-aba, Dwiky menyambar segelas softdrink yang ada di tangan Kanaya. "Eh!" Kanaya terkejut dengan sikap tiba-tiba pria itu. "Mau nonton apa?" tanyanya setelah berhasil menghabiskan setengah gelas softdrink. Kanaya tak menjawab, hanya menunjukkan dua tiket yang berada di tangannya. Dwiky ber-O ria. "Kok tiketnya dua? Kamu siapin itu buat saya?" tanya Dwiky lagi. "Eng—nggak." Kanaya gelagapan. Ia tidak terbiasa dengan pria seperti Dwiky. Terlebih keduanya hanya bertemu satu kali saja. "Buat pacar kamu?" tembaknya langsung. Namun Kanaya hanya bergeming. Seperti masih syok dengan kehadiran Dwiky yang tiba-tiba. "Tapi kok dia nggak ada?" "Dia ada tugas ter

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN