Chapter 22

2600 Kata

Hunusan mata ayah Kanaya seakan tepat menusuk jantungnya. Kenan merasakan amarah yang begitu besar di wajah pria yang sudah tidak muda lagi itu. Rahangnya mengeras, matanya memerah, dan urat yang ada di leher semuanya keluar. Berkali-kali Kenan mengatur napas, mencoba setenang mungkin. Namun tetap tidak bisa. Kakinya gemetaran, untung saja ia duduk di kursi dekat balkon. Jika tidak, mungkin tubuhnya sudah limbung. Berhadapan dengan calon ayah mertuanya, benar-benar menakutkan. Rasanya lebih mengerikan jika dibanding membawa pesawat dengan penumpang lebih dari tiga ratus nyawa manusia untuk pertama kali. Bahkan efeknya lebih parah dari bertemu dengan awan Cumulonimbus yang dapat menghasilkan muatan listri Tornado atau p****g beliung, kilat, guntur, hujan lebat, angin kencang bahkan bisa me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN