Kanaya tidak habis pikir dengan apa yang diucapkan Afril. Bagaimana mungkin seorang istri yang kini sudah menjadi ibu, menyuruhkan kembali dengan mantan pacarnya yang berstatus sebagai suami wanita itu. Untuk berbicara saja rasanya Kanaya tidak sanggup. Otaknya kesulitan mencerna ini semua. "It's not a good idea." Kanaya baru bersuara lama sekali. "Saya sudah bilang kan kalau saya sudah menikah, saya sangat mencintai suami saya. Dan ide kamu agar saya kembali pada Marvin adalah hal yang tidak mungkin. Akan ada banyak orang akan tersakiti." Ya Tuhan, mengapa jadi seribet ini? Pikir Kanaya. "Begini saja, saya sudah memaafkan semua yang kamu buat. Ide dan rencana gila kamu itu. Bahkan saat kamu menjambak saya, sudah saya maafkan. Tapi sekali lagi saya tekan kan, untuk kembali pada Marvin

