Chapter 49

1464 Kata

Wajah Kanaya kembali segar lagi saat ia sudah tertidur selama 15 menit di bandara. Saat ini ia dan keluarganya sudah naik ke dalam pesawat untuk terbang ke Jakarta. Ia sengaja memilih kursi di dekat jendela agar bisa melihat pemandangan indah di luar sana. "Happy?" tanya Kenan yang duduk di sampingnya. Kanaya mengangguk cepat seraya memasang senyum lebar. Melihat istrinya sebahagia itu, kedua sudut bibir Kenan tertarik sempurna. Saat ini kebahagiaan sang istri adalah prioritasnya. "Setelah ini mau kemana lagi kita?" tanya Kenan lagi. Kanaya meletakkan jari telunjuk di pipi, memasang wajah imut seraya berpikir. Hal itu sukses membuat Kenan gemas dan mengecup keningnya dengan sayang. "Asal sama Mas kemana aja Naya senang." Sekali lagi, Kenan mendaratkan bibirnya di kening Kanaya. "

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN