Raut wajah wanita di pagi hari itu mencerminkan keadaannya ketika malam tadi. Ternyata benar, hal itu terjadi pada Kanaya. Saat ini ia sedang di dapur, bersemangat membuatkan sarapan untuk penghuni rumah ini. "Ya ampuun kok Non Naya yang masak? Sini Non biar bibi aja," bi Kempri datang ke dapur terkejut mendapati Nyonyanya itu yang sedang memasak. Padahal biasanya itu tugasnya ia. "Nggak apa, Bi. Cuma nasi goreng ini. Udah bibi duduk aja yang manis ya, nanti setelah itu kita makan bareng-bareng." Bi Kempri hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah majikannya itu. Semenjak Kanaya datang ke sini, suasana rumah ini berubah hangat. "Tapi nanti Nyonya besar marah gimana?" "Emang Eyang suka marah-marah ke Bibi?" Bi Kempri menggaruk tengkuknya sendiri, "Ya nggak sih, Non." "Nah makan

