Bel berbunyi. Dengan langkah gontai dan pandangan tetap fokus ke layar persegi panjang di tangan, Faraz mencak-mencak menuju pintu. Hal yang paling pria itu benci adalah sedang asyik bermain Mobile Legend ada yang mengganggu. Kalau saja Kanaya tidak mengancam akan menahan transferan uang bulanan bulan ini jika tidak menurut, mungkin Faraz tetap asyik bermain game yang tidak hanya digandrungi pria saja, tetapi wanita juga. Nasib uang jajan masih minta, ya seperti itu. Padahal belum lama ia dapat suntikan dana dari Kenan. Namanya juga Faraz, ingin menumpuk uang dengan dalih menabung buat modal nikah. Padahal calonnya belum ada. "Saha sih? Ganggu wae!" serunya seraya menarik knop pintu. Saat pintu terbuka, muncul seorang pria berseragam pilot lengkap dengan koper yang masih dipegang. Netra

