Chapter 39

1190 Kata

"Ayah, Naya minta maaf," ucap Kanaya pada ayah. Saat ini keduanya sedang berada di balkon seraya memandang city light dari atas. "Naya nggak sengaja kasih garam ke minumannya Dwiky," akunya lagi. "Udah lah Neng, nggak perlu minta maaf." "Tapi Naya udah buat Ayah malu," lanjutnya lagi seraya memandang pria paruh baya yang menjadi pahlawannnya ini. Ayah tersenyum, jenis senyuman penuh arti. Bahkan Kanaya tidak bisa mengartikan maksudnya. "Seberapa besar keyakinan Neng sama dia?" tanya ayah kemudian. "Dia?" Kanaya mengernyit, tidak tahu ke mana arah pembicaraan ayah. "Apa yang ayah maksud Mas Ken?" tebaknya. Ayah mengangguk, sebagai jawaban. "Sembilan puluh persen," jawab Kanaya. "Kok nggak seratus persen?" "Yang sepuluh persennya kalau ayah udah kasih restu buat kami." Kanaya menye

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN