"Lagi apa, Sayang?" tanya Kenan dari arah belakang setelah dari kamar mandi yang membuat Kanaya terlonjak kaget. "Aahh nggak, Mas. Ini lagi beresin nakas aja. Berantakan banget liatnya," jawab Kanaya dengan gugup. Ia meletakkan testpack di sisi ujung kemudian menutup laci dengan cepat. Kenan mengangguk seraya ber-O ria. "Ayah jadi pulang hari ini?" "Jadi Mas. Semalam sudah dipesen tiketnya." "Keberangkatan jam berapa?" "Setengah delapan Mas. Biar Naya liat dulu ya, Ayah udah packing atau belum." Kanaya keluar kamar. Di balik pintu ia membuang napas lega. Suasana di dalam tadi cukup menegangkan. Semoga saja Kenan tidak menyadari tingkah lakunya. Kanaya mengetuk pintu kamar tamu yang saat ini sedang ditempati oleh Ayah. Tidak lama pintu itu terbuka dan muncul sosok ayah dari balik

