Chapter 89

432 Kata

Sudah satu bulan sejak kejadian itu, masih belum ada titik terang. Kanaya dan Dwiky sudah mengecek CCTV apartment namun kata bagian penjaga keamanan CCTV di lantai itu sedang rusak. Keduanya belum tahu siapa dalang di balik semuanya. Kanaya juga sudah menghubungi nomor Windy, si calon penyewa apartmennya, namun nomornya tidak aktif. Kanaya yakin wanita itu yang menjebaknya. Tapi sepertinya Kanaya tidak punya salah padanya, ia juga bingung apa motivasi wanita itu melakukan hal demikian. Kanaya membuka nakas. Ia mengeluarkan benda yang kemarin ia beli di apotek. Netranya melirik Kenan yang tengah tertidur di ranjang, setelah Subuh suaminya itu tidur lagi karena ia baru saja pulang flight tengah malam tadi. Kanaya bergerak perlahan menuju kamar mandi. Menurut petunjuk yang Kanaya baca di

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN