“Darimana saja kamu, Gio? Bertemu Sera lagi?” tanya Adam dingin begitu melihat putranya menaiki anak tangga. Gio terpaksa pergi dari apartemen Sera karena telepon dari Anya. Bahkan usahanya untuk membujuk Sera agar mau bicara dengannya juga belum berhasil. Kakak iparnya meminta Gio pulang karena Santi menanyakan keberadaan putranya. Belum lagi Anya melihat ekspresi Adam yang nampak tidak senang karena Gio belum ada di rumah. “Kenapa semuanya harus disangkutin ke Sera, Pa? Apa salahnya Sera sampai Papa mendadak tidak suka secara berlebihan seperti ini?” “Apa lagi kalau bukan karena dia sudah membuat kamu membangkang terhadap Papa. Apa tadi dia tidak mengerti dengan ucapan Papa tadi?” gumam Adam namun tatap didengar oleh Gio. “Apa? Tadi? Jadi yang diajak bertemu Sera adalah Papa?” “Iya,

