Special Part 4

1952 Kata

Ardian pov Di malam pengantinku, aku membiarkan istriku tidur sendiri di ranjang pengantin kami. Entahlah, hatiku masih belum bisa menerimanya. Aku merasa dijebak, tak berdaya, dan marah padanya. Kami menjalani kehidupan perkawinan yang hambar dan menyedihkan. Namun didepan mamaku, aku berusaha bersikap baik pada Cyntia. Gadis itu juga pura-pura bersikap ceria dan bahagia didepan mamaku. Namun kuperhatikan sinar kebahagiaan yang ada dalam dirinya semakin meredup. Diam-diam ia sering duduk termenung dan meneteskan airmata kesedihannya. Aku melihat hal itu dari kejauhan dan merasa bersalah. Tapi aku tak bisa membohongi diriku sendiri. Aku tak memiliki perasaan apapun pada gadis itu. Cintaku sudah terpaku pada mantan tunanganku, Tivana. Keadaan ini berlangsung hingga hampir dua b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN