“Mah, ini handphonenya.” ucap Rain sambil mengembalikan handphone mamahnya. “Handphone kamu emang kenapa?” Rain menggelengkan kepalanya dengat cepat. “Mmm ... baik – baik aja ko, mah.” balasnya berbohong. Secepat kilat ia membalikkan badannya dan kembali ke kamarnya dengan langkah kaki panjang tanpa berpamitan pada Rani. “Huft, untung aja.” Hari ini, karena tidak ada acara apapun yang harus Rain hadiri, ia berniat untuk membawa handphonenya ke tukang service. Sebenarnya Rain mempunyai ide untuk membeli handphone baru saja, tapi di dalam handphone lamanya ini ada moment foto dirinya bersama dengan Radafa meskipun hanya sedikit. Dan juga, banyak sekali foto dirinya bersama Rani, teman – teman sewaktu di sekolah dulu, dan masih banyak kenangan yang belum sempat Rain pindahkan ke lapt

