Part 57

1286 Kata

Suasana di meja makan yang cukup hening, hanya terdengar suara sendok yang timbul akibat beradu dengan piring saja. Tak ada obrolan ringan ataupun santai yang terjadi di sini, benar-benar hening. Radafa tak mau ambil pusing soal itu, karena menurutnya memang diam seperti ini lebih baik. Nasi dan lauk pauk yang terdapat di piring Radafa sudah habis. Sekilas ia juga melirik piring paman dan bibinya yang ternyata sudah tak tersisa lagi nasi di sana, hanya ada sisa sambal di piring Bi Santi yang memang sengaja tak ia habiskan karena terlalu pedas. “Istirahat, gih, Daf. Biar bibi yang bereskan.” ujar Bi Santi pada Radafa yang dibalas anggukan kecil. “Makasih banyak, Bi Santi, Paman Dion, Radafa pamit ke atas.” Radafa membalikkan tubuhnya, berjalan dengan langkah kaki pelan menuju tempat yang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN