Malam hari ini, Cintya terlihat sedang bersiap hendak pergi. Penampilannya tampak rapi. Panji yang baru selesai mandi mengernyitkan dahi saat melihat penampilan Cintya. “Kamu mau ke mana?” tanya Panji. “Mau pergi makan malam,” jawab Cintya dengan nada datar. “Sama siapa?” tanya Panji. “Sama temenlah,” sahut Cintya. “Iya tahu kalau sama temen, maksudnya temen siapa? Samuel?” Panji menatap Cintya dalam. Cintya tidak menanggapi pertanyaan Panji. Panji menghela napas dalam. Pantas saja Cintya pulang lebih awal ternyata dia mau pergi lagi. Tiba-tiba muncul Arkhan dari kamarnya, dia membawa mainan. “Mama, temani Arkhan main,” pinta Arkhan sambil menunjukkan mainannya. Panji menoleh pada Arkhan dengan tatapan sedih. Pria itu menghela napas d

