Sejak kejadian semalam, saat Cintya mendengar obrolan Panji dengan teman lamanya yang disebut Riska, Cintya menjadi lebih pendiam. Panji merasa heran, tetapi tak berani bertanya apa pun. Ya, Panji masih sedikit khawatir Cintya akan bersikap buruk kembali. Lalu, saat Panji melihat Cintya turun bersama Arkhan, ada rasa bahagia menyelinap. Cintya bisa berubah menjadi begitu menyayangi Arkhan. Lalu, setelah berada di bawah mereka bertiga pergi ke ruang makan bersama. Cintya tersenyum sekilas saat menatap Panji. “Ayah, Arkhan biar bareng Mama aja,” ucap Cintya tiba-tiba. Panji kaget saat mendengar perkataan Cintya. “Loh, nggak apa-apa? Kan, nggak searah?” tanya Panji, karena dulu saat Panji meminta Cintya sekalian mengantar Arkhan pasti jawabannya tidak searah. “Nggak apa-apa, Yah. Lagian,

