Cinta memang harus di lakukan dengan nafsu, merupakan hal yang wajar dan paling efektif untuk menumbuhkan cinta dan menjerat pasangan. Tapi Itu yang membuat Angga marah dan mengepalkan tangannya. Dia tidak menyangka semua akan tertangkap penglihatannya. Rasanya baru tadi dia mencium Dilara, namun saat ini dia justru melihat Dilara b******u dengan Zaine. Niatnya mengejar gadis itu adalah untuk memastikan Dilara pulang dengan selamat. Tapi apa yang di dapatnya benar benar membuatnya kesal. Angga berbalik, memilih untuk pergi. Kalau ini merupakan hal yang Dilara pilih, setidaknya dia bersyukur karena Zaine bisa menerima Dilara apa adanya. Mungkin itu bisa meredam kemarahan gadis itu kepadanya, lambat laun seiring berjalannya waktu, kebencian Dilara juga akan menguar begitu saja dan tidak la

