Selamat membaca! Jantungku masih berdetak tak beraturan sekalipun Mas Firdaus sudah mengatakan bahwa tidak perlu ada yang dikhawatirkan tentang masalah malam ini. Namun, tetap saja itu tidak mudah bagiku. Terlebih setelah dia memberitahu bahwa ibunya ingin bertemu denganku. Itu artinya, akan ada banyak pertanyaan yang pasti harus aku jawab dan aku benar-benar merasa gugup akan hal itu. "Kamu kenapa, Dinda?" tanyanya seketika menyadarkanku yang sejak tadi hanya diam sambil melihat ke luar jendela. "Aku takut, Mas," jawabku tanpa mengalihkan pandanganku. "Sudah aku bilang, kamu tidak perlu takut. Ibuku tidak sejahat seperti yang ada dalam pikiranmu." "Terus bagaimana jika besok dia sampai memberikan aku selembar cek yang nilainya lebih tinggi dari yang diberikan oleh Nona Reva? Apa yang

