Mas Firdaus

1206 Kata

Selamat membaca! Merasa cemas ada yang melihat kami bercium, aku sebenarnya ingin menghentikannya. Namun, aku sedikit ragu karena takut itu hanya akan membuatnya kembali marah. "Mungkin ada baiknya aku beri kesempatan sekitar 5 menit lagi," batinku memutuskan sambil mulai mengimbangi permainan Tuan Firdaus yang semakin memburu saat ini. Di saat napsunya kian tak terkendali, secara spontan aku langsung mengingatkannya. Terlebih saat dia hendak membaringkan tubuhku di atas kursi mobil, lalu menindihnya. "Tuan, kendalikan dirimu! Ingat kita ada di mana!" ucapku berbisik saat dia melepaskan sejenak ciumannya karena merasa aku kesulitan bernapas. Deru napasnya terdengar berat karena dia harus memendam hasrat yang masih belum sepenuhnya terlampiaskan. "Tuan tolong bersabarlah! Jika kamu ma

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN