Sampai di tempat tujuan. Ervan langsung turun dari mobilnya, melupakan mobil mahal miliknya yang masih menyala dan pintu terbuka. Mempersilakan siapa saja untuk datang dan membawanya pergi. Dia tak peduli, toh, dia punya banyak yang seperti itu di rumahnya. Ingat, dia ini sultan. Yang lebih penting sekarang adalah, apa yang ada di dalam rumah kecil yàng ada di hadapannya. Ada dua orang anak buahnya berdiri di sana, lengkap dengan senjata berjaga di samping pintu. Itu pasti Baza yang lakukan. Namun sekali lagi, Ervan tidak peduli. Dirinya langsung menerobos masuk bahkan tanpa perlu tangannya menyentuh gagang pintu. Bukan, bukan dibukakan oleh anak buahnya, melainkan kaki jenjangnya yang berhasil menerjangnya dalam satu kali tendang. Mata elang itu melakukan keahliannya. Mengedar ke se

